Langsung ke konten
CUTSCENE EFFECTS
Silent Hill: The Short Message

Review Silent Hill: The Short Message: Horor Psikologis Gratis yang Berani Menyentuh Luka Nyata

Oleh Madison GarrettTerbit: Diperbarui:
Ilustrasi review Silent Hill: The Short Message dengan nuansa kabut merah dan layar ponsel

Silent Hill: The Short Message muncul secara mengejutkan pada 31 Januari 2024: diumumkan saat siaran State of Play dan langsung bisa diunduh gratis di PlayStation 5. Dikembangkan Konami bersama HexaDrive, game berdurasi sekitar dua sampai tiga jam ini menjadi rilisan baru pertama seri Silent Hill setelah jeda panjang. Ulasan ini bebas spoiler.

Peringatan konten: game ini membahas perundungan, tekanan mental, melukai diri, dan bunuh diri secara eksplisit. Jika topik tersebut berat untukmu, pertimbangkan kondisi diri sebelum bermain.

Premis: Silent Hill Tanpa Kota Silent Hill

Alih-alih kembali ke kota berkabut di Amerika, cerita berlangsung di Krausningen, Jerman. Pemain mengendalikan Anita, remaja yang memasuki sebuah gedung apartemen terbengkalai yang dikenal sebagai “Villa”. Ia datang karena pesan singkat dari sahabatnya, Maya, padahal ada kabar bahwa Maya sudah meninggal. Dari titik itu, batas antara kenyataan, ingatan, dan rasa bersalah perlahan kabur, ciri khas yang selalu menjadi kekuatan seri ini.

Gameplay: Eksplorasi Sempit dan Kejar-kejaran

The Short Message dimainkan dari sudut pandang orang pertama. Tidak ada senjata atau sistem pertarungan. Struktur permainannya terbagi menjadi tiga unsur:

  • Eksplorasi: menyusuri lorong dan ruangan Villa, membaca catatan, serta memeriksa pesan di ponsel Anita.
  • Sekuens kejar-kejaran: Anita dikejar makhluk yang diselimuti bunga sakura. Bagian ini menuntut hafalan rute karena satu kesalahan biasanya berarti mengulang dari checkpoint.
  • Adegan live-action: potongan video dengan aktor sungguhan dipakai untuk menuturkan kilas balik.

Strategi menghadapi sekuens kejar-kejaran kami bahas terpisah di panduan Silent Hill: The Short Message.

Atmosfer dan Audio

Kekuatan terbesar game ini adalah suasananya. Dinding penuh grafiti, coretan bernada kejam, dan perubahan ruangan yang tiba-tiba menciptakan rasa tidak aman yang konsisten. Musiknya melibatkan Akira Yamaoka, komposer legendaris seri Silent Hill, sehingga nuansa melankolis dan industrial yang akrab bagi penggemar lama tetap terasa.

Ponsel sebagai alat cerita

Ponsel bukan sekadar menu. Notifikasi, unggahan media sosial, dan pesan masuk menjadi cara game menyampaikan tekanan yang dialami para remaja di dalamnya. Pendekatan ini membuat tema cerita terasa dekat dengan pemain masa kini.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Kekurangan
Gratis dan bisa selesai dalam sekali duduk Sekuens kejar-kejaran bisa terasa trial-and-error
Atmosfer kuat, audio khas Silent Hill Interaksi dan teka-teki terbatas
Berani mengangkat isu kesehatan mental remaja Penyampaian beberapa pesan terasa terlalu gamblang

Kesimpulan

Silent Hill: The Short Message bukan game horor tradisional dengan pertarungan dan teka-teki rumit. Ia lebih tepat disebut pengalaman naratif singkat yang memakai bahasa horor untuk membicarakan luka emosional. Bagi pemilik PS5, tidak ada alasan untuk tidak mencobanya. Setelah selesai, lanjutkan ke analisis cerita dan karakter kami untuk membedah maknanya, atau jelajahi game horor lain di kategori Resident Evil 6.

Referensi