Cerita dan Karakter Dragon Quest VII: Pulau Estard dan Pecahan Dunia yang Hilang

Dragon Quest VII dibuka dengan dunia yang tampak hanya berisi satu pulau: Estard. Penduduknya percaya tidak ada daratan lain di lautan luas. Rasa penasaran seorang pemuda dan sahabatnya mengubah semua itu.
Premis: Pecahan Batu dan Perjalanan Waktu
Di reruntuhan kuno pulau Estard, para protagonis menemukan altar yang bisa diisi pecahan batu (tablet fragment). Setiap kali satu set pecahan lengkap, mereka terlempar ke masa lalu sebuah pulau yang telah lenyap. Dengan menyelesaikan masalah di masa lalu, pulau tersebut muncul kembali di masa kini. Struktur ini membuat cerita DQ VII bersifat episodik: setiap pulau punya kisah sendiri, banyak di antaranya bernuansa pahit.
Karakter Utama
Hero
Protagonis tanpa dialog, putra seorang nelayan di desa Pilchard Pier. Ia menjadi pusat ekspedisi menyingkap misteri dunia.
Prince Kiefer
Pangeran Estard yang haus petualangan dan sahabat sang Hero. Perjalanannya bersama party memiliki salah satu perpisahan paling dikenang dalam seri Dragon Quest.
Maribel
Putri kepala desa yang berlidah tajam dan keras kepala, tetapi sangat peduli pada teman-temannya. Ia sering menjadi suara jujur di tengah party.
Gabo
Anak serigala yang berubah wujud menjadi manusia. Polos dan penuh energi, Gabo menambah kehangatan pada kisah yang sering muram.
Melvin
Pahlawan legendaris dari masa lalu yang bergabung belakangan, membawa pengalaman dan kebijaksanaan.
Aishe
Pejuang dari suku gurun yang terhubung dengan sejarah Kiefer, mengisi peran penyerang di babak lanjut.
Tema Cerita
Dragon Quest VII banyak berbicara tentang keberanian menghadapi hal yang tidak diketahui, harga sebuah pengorbanan, dan bagaimana sejarah yang terlupakan membentuk masa kini. Banyak episode pulau menampilkan sisi gelap manusia, seperti prasangka dan ketakutan, membuatnya lebih dewasa dibanding kesan visualnya yang ceria.
Siap membangun party? Pelajari sistem vocation Dragon Quest VII dan baca kabar Dragon Quest VII Reimagined. Penyuka kisah lintas generasi juga bisa membaca cerita Connor Kenway.


