Langsung ke konten
CUTSCENE EFFECTS
Resident Evil 6

Review Resident Evil 6: Ambisi Besar Empat Campaign dalam Satu Game

Oleh Madison GarrettTerbit: Diperbarui:
Ilustrasi review Resident Evil 6 dengan pola heksagon merah bernuansa laboratorium

Resident Evil 6 dirilis Capcom pada Oktober 2012 untuk PlayStation 3 dan Xbox 360, lalu menyusul ke PC pada 2013. Versi remaster kemudian hadir di PS4 dan Xbox One (2016) serta Nintendo Switch (2019). Ini adalah salah satu produksi terbesar seri tersebut, sekaligus salah satu yang paling memecah pendapat penggemar. Ulasan ini menghindari spoiler besar.

Empat Campaign, Empat Rasa

Daya tarik utama RE6 adalah struktur ceritanya yang terbagi menjadi empat campaign yang saling bersilangan:

  • Leon S. Kennedy & Helena Harper: paling dekat dengan nuansa horor klasik, dibuka di kota Tall Oaks yang dilanda wabah.
  • Chris Redfield & Piers Nivans: berfokus pada aksi militer dan baku tembak skala besar.
  • Jake Muller & Sherry Birkin: kombinasi aksi dan pelarian dari makhluk pemburu yang terus mengejar.
  • Ada Wong: campaign yang terbuka setelah tiga lainnya selesai, lebih menekankan penyusupan dan teka-teki.

Pembahasan detail karakter dan alurnya ada di artikel cerita dan karakter Resident Evil 6.

Gameplay: Aksi Penuh Gerak

RE6 memperkenalkan kebebasan bergerak yang jauh lebih luas dibanding RE4 dan RE5: karakter bisa bergerak sambil menembak, berguling, meluncur, melakukan serangan jarak dekat kontekstual, hingga “quick shot” yang otomatis membidik musuh terdekat. Sistem Skill memungkinkan pemain memasang perk yang dibeli dengan poin skill. Penjelasan praktisnya kami rangkum di tips gameplay Resident Evil 6.

Co-op sebagai jantung permainan

Setiap campaign (kecuali Ada pada rilis awal) dirancang untuk dua pemain, online maupun split-screen. Beberapa momen bahkan mempertemukan dua pasangan sekaligus dalam “crossover” empat pemain. Dimainkan bersama teman, RE6 jauh lebih menyenangkan dibanding bermain sendirian.

Kritik yang Sering Muncul

  • Quick Time Event (QTE) yang sangat banyak.
  • Porsi horor berkurang drastis, terutama di campaign Chris.
  • Kamera yang terlalu dekat dan sesekali kacau di area sempit.
  • Skala set-piece yang kadang terasa seperti film aksi alih-alih survival horror.

Nilai Main Hari Ini

Lepas dari kritiknya, RE6 menawarkan konten yang sangat banyak: empat campaign panjang, mode Mercenaries yang adiktif, dan Agent Hunt yang memungkinkan pemain menyusup ke game orang lain sebagai monster (ketersediaan fitur online dapat berbeda per platform). Sistem gerak dan pertarungannya pun termasuk yang paling dalam di seri ini.

Kesimpulan

Resident Evil 6 bukan pilihan terbaik bagi pencari horor murni. Namun sebagai game aksi co-op dengan mekanik yang kaya, ia layak dicoba ulang, terutama saat diskon. Penggemar horor yang lebih sunyi bisa beralih ke ulasan Silent Hill: The Short Message.

Referensi